11 Hari Tanpa Kepastian, Warga Jambi Minta Kejelasan Status Kasus Kecelakaan

JAMBI – jambiaktual.co.id Seorang warga bernama Ary Antoni mengaku mengalami ketidakjelasan penanganan hukum terkait kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 05.00 WIB di wilayah Jambi. Hingga 11 hari setelah peristiwa, ia menyebut belum menerima kepastian status hukum, sementara dirinya mengaku mendapat tekanan untuk mengganti kerugian.

Menurut keterangan Ary Antoni, insiden bermula dari kejadian di jalan umum yang menyebabkan sebuah mobil mengalami kerusakan. Ia menegaskan tidak memiliki niat maupun unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut dan tetap berada di lokasi setelah kejadian selama sekitar 30 menit hingga lebih dari satu jam.
Ia menyatakan sempat terjadi perdebatan di lokasi antara pihak-pihak yang terlibat. Ary mengaku telah menunjukkan itikad baik dengan tidak meninggalkan tempat kejadian serta bersedia membantu secara wajar. Namun, ia merasa mendapat tekanan untuk menanggung hingga 50 persen biaya kerusakan kendaraan tanpa adanya rincian resmi mengenai nilai kerusakan.

“Saya sanggup membantu maksimal Rp5 juta. Kalau lebih dari itu saya tidak sanggup. Kalau mau ditempuh jalur hukum, silakan,” ujar Ary.
Informasi yang dihimpun menyebutkan pengemudi mobil yang terlibat diketahui sedang dalam kondisi sakit dan disebut akan menjalani operasi, sehingga tidak dapat bekerja.

Ary Antoni menegaskan dirinya tidak ditahan setelah kejadian, melainkan diminta pulang. Namun, hingga kini ia mengaku belum memperoleh kejelasan apakah perkara tersebut dilanjutkan ke proses hukum atau tidak. Menurutnya, permintaan ganti rugi justru lebih menonjol dibandingkan kejelasan penanganan perkara.

Ia juga menyatakan mengalami tekanan psikologis dan kerugian akibat ketidakpastian tersebut serta berharap adanya perlindungan dan kepastian hukum dari pihak berwenang.

“Saya tidak lari, tidak berniat jahat, dan siap bertanggung jawab secara wajar. Saya hanya meminta kejelasan dan kepastian hukum,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai status penanganan kasus tersebut

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *