Kota SungaiPenuh- jambiaktual.co.id Di balik gemerlap 9 medali emas yang diraih kontingen Taekwondo Kota Sungai Penuh pada ajang The Arena of Maestro Taekwondo Championship 2026 di Padang, tersimpan ironi yang menyesakkan, para atlet berangkat ke kejuaraan nasional menggunakan biaya pribadi.
Prestasi nasional yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah justru lahir dari pengorbanan orang tua atlet. Transportasi, akomodasi, konsumsi hingga kebutuhan pertandingan ditanggung secara mandiri demi membawa nama kota di panggung nasional.
Padahal, setiap medali yang diraih secara langsung mengangkat citra daerah — bukan hanya organisasi olahraga, melainkan pemerintah daerah tempat atlet tersebut berasal.
Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia Sungai Penuh, Helmi Edisa, mengakui perjuangan berat para atlet dan orang tua dalam keberangkatan menuju kejuaraan.
“Kami berangkat dengan kemampuan sendiri. Orang tua atlet patungan, pelatih ikut membantu, bahkan ada yang rela menunda kebutuhan rumah tangga demi anaknya bisa bertanding membawa nama Sungai Penuh,” ungkapnya.
Ironinya, prestasi tetap datangTanpa fasilitas mewah,Tanpa pemusatan latihan berbiaya besar,tanpa dukungan anggaran yang layak bahkan keberangkatan para Alet Taekwondo Tersebut tidak ada kegiatan Pelepasan Resmi dari Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Sembilan emas, dua perak, dan tiga perunggu bahkan salah satu Atlet Kota Sungai Penuh atas nama Isam Pradita terpilih Sebagai Pemain terbaik Putra yang sekaligus membuktikan Atlet Sungai Penuh Bisa bersaing di antara ribuan Atlet Terbaik dari berbagai daerah , ini membuktikan kualitas pembinaan lahir dari ketekunan, bukan dari besarnya dana pemerintah.
Kejuaraan nasional tersebut diikuti ribuan atlet dari berbagai provinsi. Banyak daerah lain datang dengan dukungan anggaran resmi, sementara Sungai Penuh hadir melalui gotong-royong orang tua.
Prestasi akhirnya tetap tercatat atas nama daerah.Namun pengorbanan — tercatat atas nama keluarga.Para atlet telah menjalankan tugasnya mengharumkan kota sungai Penuh.
Hingga berita Ini terbit pihak Pemerintah Kota Sungai Penuh belum bisa memberikan Klarifikasi.(Rendi)





