JAMBI — jambiaktual.co.id Pemberantasan narkotika di Kota Jambi dinilai tidak cukup hanya mengandalkan penangkapan dan proses hukum. Kepala BNN Kota Jambi, Kombes Pol Marinus Marantika Sitepu S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pencegahan harus diperkuat dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.
Hal itu disampaikan Sitepu saat menerima audiensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muaro Jambi di Kantor BNN Kota Jambi, Jumat (18/9/2026).
Menurut Sitepu, perkembangan peredaran narkotika yang semakin kompleks membutuhkan kerja bersama antara BNN, kepolisian, pemerintah daerah, sekolah, keluarga dan masyarakat. “Saya tidak mungkin bekerja sendiri,” tegasnya.
Sitepu menilai peredaran narkoba kini tidak sekadar persoalan penyalahgunaan, tetapi juga telah berkembang menjadi bisnis yang mengejar keuntungan. Kondisi tersebut membuat upaya pemberantasan harus menyasar mata rantai peredaran, tanpa mengabaikan aspek pencegahan dan rehabilitasi.

Di sisi lain, perhatian serius juga perlu diberikan kepada generasi muda. Kemudahan akses internet, menurut Sitepu, membuat anak-anak semakin mudah memperoleh informasi mengenai berbagai jenis zat yang berpotensi disalahgunakan.
Karena itu, ia mendorong program Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) serta rehabilitasi diperkuat hingga lingkungan sekolah dan keluarga. “Fondasi itu ada di rumah tangga,” ujarnya.
Sitepu meminta orang tua tidak hanya memberikan nasihat, tetapi juga menjadi contoh bagi anak. Pengawasan terhadap aktivitas anak, termasuk penggunaan internet, dinilai penting untuk mencegah mereka terpapar informasi maupun lingkungan yang berisiko.
Dalam penanganan perkara narkotika, Sitepu juga menekankan bahwa rehabilitasi maupun proses pidana harus berdasarkan fakta, profil, hasil pemeriksaan dan alat bukti dalam setiap perkara.
Ia mengajak masyarakat tidak menyerahkan seluruh persoalan narkoba kepada aparat. “Mulailah dari diri kita sendiri. Jangan membeli narkoba, jangan menggunakan narkoba,” katanya.
Menurut Sitepu, negara memang harus hadir melalui aparat dan pemerintah. Namun tanpa keterlibatan masyarakat, upaya memutus mata rantai narkotika akan menghadapi tantangan besar.
Pesan yang disampaikan BNN Kota Jambi tersebut menegaskan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya berlangsung di ruang penindakan. Perlawanan juga harus dimulai dari rumah, sekolah dan lingkungan masyarakat, dengan sinergi seluruh pihak.





