Wawako Diza Ajak Lembaga Adat, HPMJ dan Bujang Gadis Alam Barajo Bersinergi Bersama Pemerintah

KOTAJAMBI – Dalam rangka penguatan nilai-nilai adat dan budaya di Tanah Pilih Pusako Batuah, pengurus Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Kecamatan Alam Barajo masa bakti Tahun 2026–2031 resmi dikukuhkan, pada Kamis pagi (25/06/2026), bertempat di Rumah Kito Hotel.

Pengukuhan ditandai dengan pemasangan lacak, penyematan pin, dan penyisipan keris yang dilakukan oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., selaku Pemangku Adat dan Pembina Lembaga Adat Melayu Kota Jambi, kepada Pemangku Adat Kecamatan dan Kelurahan yang telah resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan Lembaga Adat Melayu Kota Jambi Nomor SK‑08/LAM/KG/V/2026 tentang komposisi dan personalia pengurus LAM Kecamatan Alam Barajo masa bakti 2026–2031.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Alam Barajo, Lurah Bagan Pete, Lurah Kenali Besar, Lurah Pinang Merah, dan Lurah Simpang Rimbo juga resmi dikukuhkan selaku Pemangku Adat di tingkat Kecamatan maupun Kelurahan. Rangkaian kegiatan khidmat ini turut dilengkapi dengan pengukuhan kepengurusan Himpunan Perempuan Melayu Jambi (HPMJ) serta Bujang Gadis Jambi Kecamatan Alam Barajo.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Ini adalah momentum penting untuk memperkuat pilar adat istiadat di tengah arus modernisasi yang berkembang di Kota Jambi,” ujarnya.

Menurutnya, amanah yang diemban pengurus LAM, HPMJ, dan Bujang Gadis merupakan tugas berat namun sangat mulia.

“Keberadaan lembaga adat bukan sekadar pelengkap seremonial, melainkan benteng moral sekaligus pemandu tatanan kehidupan sosial bagi masyarakat,” tutur Wakil Wali Kota yang akrab disapa Wawako Diza itu.

Ia berharap seluruh pengurus dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga hingga melestarikan tradisi dan nilai luhur kepada generasi penerus. Khusus bagi pengurus Ikatan Bujang Gadis, Wawako Diza berpesan:

“Jadilah generasi muda yang melek teknologi, berpikiran maju dan modern, namun tetap berakar kuat pada budaya serta tata krama etika Melayu yang luhur,” harapnya.

Wawako Diza juga menegaskan ketersediaan beragam program Pemerintah Kota Jambi yang dapat diselaraskan dengan nilai adat setempat, antara lain program Bahagia Berbudaya dan Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat).

“Berbagai langkah Pemkot Jambi dapat disisipkan dengan nilai adat dan budaya, termasuk aspek kebersihan lingkungan dan pengembangan pariwisata yang kini sedang digenjot, yang keberhasilannya bertumpu pada semangat gotong royong masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA:Wali Kota Maulana: Kebijakan Kebersihan dan Keamanan Upaya Pemkot Jambi Menjaga HAM di Tengah Masyarakat

“Mari kita bersinergi antara pemerintah, lembaga adat, organisasi perempuan, dan kelompok pemuda untuk mewujudkan Kota Jambi yang maju, aman, nyaman, dan berbudaya,” pungkas Wawako Diza.
Sementara itu, mewakili Ketua LAM Kota Jambi, Sekretaris LAM Kota Jambi, Datuk Afrizal, menyampaikan harapan agar pengurus baru dapat menjalankan amanah sebaik‑baiknya, terutama dalam menyukseskan program prioritas Pemkot Jambi yakni Bahagia Berbudaya.

“Saat ini cakupan keberadaan lembaga adat telah mencapai 75 persen hingga tingkat Rukun Tetangga atau yang disebut Lembaga Induk Masyarakat. Hal ini menjadi bukti komitmen kita bersama dalam menjaga dan mengembangkan nilai adat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jambi yang senantiasa mendukung setiap langkah dan kegiatan Lembaga Adat Melayu Kota Jambi dalam melestarikan warisan budaya di Tanah Pilih Pusako Batuah.

Turut hadir dalam pengukuhan ini perwakilan LAM Provinsi Jambi, sejumlah Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemkot Jambi, para Lurah se‑Kecamatan Alam Barajo, serta seluruh pengurus Lembaga Adat, Himpunan Perempuan Melayu Jambi, dan Bujang Gadis di tingkat Kecamatan maupun Kelurahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *