JAMBI, 30 September 2026 – jambiaktual.co.id Tim gabungan yang terdiri dari Regu Pemadam Kebakaran (RPK) unit usaha APP group PT Wirakarya Sakti (WKS), bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat setempat, PT EWF, TNI, dan Polri menangani kebakaran lahan di Desa Manis Mato, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.
Kebakaran terjadi di areal kebun masyarakat dengan tutupan lahan berupa serasah, belukar, dan tanaman sawit. Informasi awal mengenai indikasi kebakaran diperoleh melalui pemantauan menggunakan drone dan kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan serta pengerahan personel dan peralatan ke lapangan.
Sebanyak 25 personel terlibat dalam penanganan, terdiri dari delapan personel RPK PT WKS, satu personel masyarakat peduli api (MPA), tiga warga setempat, 10 personel PT EWF, dua personel TNI, dan satu personel Polri.
Tim juga mengerahkan satu unit mesin Tohatsu, lima roll fire hose berukuran 1,5 inci, satu unit nozzle, satu set peralatan manual, tiga unit sepeda motor, serta satu unit kendaraan double cabin untuk mendukung pemadaman dan mobilisasi di lokasi.
Melalui koordinasi lintas pihak, upaya pemadaman dilakukan secara terpadu untuk mencegah api berkembang lebih luas. Setelah pemadaman dan pengecekan lapangan, api dapat ditangani pada 29 September 2026. Tim selanjutnya melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Kepala Humas PT WKS Taufik Qurochman mengatakan penanganan kebakaran di Desa Manis Mato menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi berbagai unsur dalam merespons kejadian karhutla.
“Pengendalian karhutla membutuhkan kerja bersama. Ketika indikasi kebakaran ditemukan, kecepatan verifikasi, kesiapan personel dan peralatan, serta koordinasi di lapangan menjadi penting agar api dapat segera ditangani dan tidak meluas, termasuk ke area yang lebih rentan seperti lahan gambut,” ujar Taufik.
Menurut Taufik, perusahaan akan terus mendukung langkah bersama pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, dan unsur terkait lainnya melalui patroli, pemantauan, serta kesiapan sumber daya di lapangan.
“Kolaborasi perlu terus diperkuat, karena penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Yang utama adalah memastikan seluruh unsur dapat bergerak dan berkoordinasi dengan cepat ketika dibutuhkan,” tambahnya.
Pemanfaatan drone turut mendukung deteksi dini dan pemantauan wilayah, sehingga informasi dari lapangan dapat segera diverifikasi dan menjadi dasar penentuan langkah penanganan.
Kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, TNI-Polri, dan unsur terkait diharapkan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla, terutama pada periode dengan risiko kebakaran yang meningkat.





