Jambi-jambiaktual.co.id. Teriakan nyaring kaluar dari suara mix yang di pegang oleh, Hambali sebagai Kortum PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) senin, (19/10/2026) di pintu gerbang komplek perkantoran gubernur dan kantor DPRD provinsi Jambi.
Teriakan keras ini, mengatakan kalau “gubernur anti kritik dan telah mati nuraninya” mereka ini menuntut Gubernur Jambi, Al haris untuk mengambil tindakan akibat terbakarnya hutan yangsemakin meluas sehinga mengakibatkan penyakit ISPA(inspeksi saluran pernapasan)
Dalam orasinya mahasiswa ini, menuntut “gubernur Jambi, jangan hanya diam saja terhadap Karhutlah yang terjadi di provinsi Jambi. Lalu perwakilan mereka di Terima oleh anggota DPRD provinsi Jambi untuk meredam kemarahan mereka. Setelah mereka mendapat masukan aspirasi mereka di tampung lalu membubarkan diri sekitar pukul 15.30 wib.
Demo kedua datang dengan Massa yang lebih Banyak Lagi
Sesi kedua pukul 15.45 wib, datang lagi dari Aliansi mahasiswa yang lebih besar lagi massanya yang berjumlah ratusan. Mulai dari IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadyah), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (pergerakan mahasiswa Islam Indonesia) komisariat UNJA (Universitas Jambi). Kedatangan mereka ini, oratornya mengunakan mobil pickup.
Tuntutan mereka sama juga yaitu masalah Karhutlah, bahkan mereka ini sudah delapan kali melakukan aksi, namun gubernur Jambi, Al haris tidak pernah mau menemui mereka. Bahkan gerakan mereka ini, pun telah berkali-kali di susupi.
Mereka menuntut DPRD provinsi Orasi ini langsung menyasar kepada ketua DPRD dengan mengatakan kedunguan ada di legislatif. Kami menuntut atas kelalaian penaganan Karhutlah,
Untuk menanggapi tuntutan mahasiswa ini, ketua DPRD dan ke empat wakilnya hadir. Mahasiswa ini mau bicara di lokasi gedung bukan di luar pagar.
Lalu semua mahasiswa bekumpul di lapangan halaman gedung bersama, wakil Gubernur Jambi abdulah Sani, ketua DPRD M. Hafiz, Kapolda Jambi Irjen pol widodo, Danrem 042 Gapu brigjen M. Yamin, kepala BPBD provinsi Jambi, Direktur Rumah Sakit Raden Mataher provinsi Jambi, kepala Dinas Kesehatan provinsi Jambi.
Mereka mengatakan ada rasa sesak dan rasa marah datang untuk memenuhi janji. Legislatif tidak melakukan pungsi pengawasan sama sekali.
Kemudian ketua DPRD M. Hafiz membantah kalau “ia tidak mengikuti perintah gubernur
Apalagi kita sudah melakukan pungsi kita”, ungkapnya.
Masalah penanganan Karhutlah sudah ada kebagian masing-masing, bisa di tanyakan langsung, ujar Hafiz. Kemudian direktur rumah sakit umum Raden mataher, Drg.
Iwan mengatakan “kita siap melayani masyarakat kalau memang ada yg terkena dampak ISPA, langsung saja datang, kita siap” ujarnya bersemangat.
Kemudian Danrem 042 GAPU Brigjen M. Yamin menyambut tuntutan mahasiswa, ia mengatakan kalau gubernur Jambi telah memberikan mandat kepadanya, sebagai PLH Kasatgas Karhutlah Provinsi Jambi.
Ia juga sudah berkeliling mengecek lokasi yang daerahnya terdampak Karhutlah. Lanjutnya, saat ini “kita sedang di hadapkan dengan perubahan iklim elnino yang lebih panas dari tahun sebelumnya,” ungkap Danrem di tengah aksi massa yang bekumpul.