Kerinci, Terkait adanya dugaan Pemotongan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Negeri 1 kerinci, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Afuan Yuza Fraksi Partai Amanat Nasional (Pan) Dapil Jambi IV – Kab.Kerinci-Kota Sungai Penuh mengecam Keras Praktik Kotor Tersebut.
Yuza Menegaskan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tidak Boleh di potong dengan alasan apapun Termasuk untuk pelunasan Komite.
“Dana PIP ini kan sifatnya untuk Bantuan Kebutuhan Personal Siswa, Jadi dengan alasan apapun bantuan Tersebut tidak boleh di potong, apa lagi dengan alasan Komite dalam peraturan juga sudah di bunyikan bahwa Pihak Komite di larangan Melakukan pungutan Kepada walimurid , inikan udah mengangkangi peraturan yang sudah di tetapkan yaitu Permendikbud No 75 tahun 2016″Tegas Yuza
Lebih Lanjut anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi tersebut Mendesak agar pihak dinas Pendidikan Provinsi Jambi mengambil Tindakan Tegas terkait adanya dugaan Pungli dan Pemotongan PIP di SMA Negeri 1 Kerinci.
“Kami prihatin atas tindakan Pungli ataupun segala bentuk praktik Korupsi di sekolah, Jika memang dugaan Pungli dan pemotongan Dana PIP di SMA Negeri 1 Kerinci itu benar terjadi, Kami mendesak APH untuk Turun dan kepada Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi kami sangat berharap agar berani mengambil tindakan Tegas terhadap Oknum-Oknum Kepsek nakal di provinsi Jambi ini”Tutupnya.
Di sisi lain Jamal Aktivis LSM Fakta Blak-blakan Mengatakan Selama Kepemimpinan Zulhadimi di Sma Negeri 1 Kerinci , Sekolah tersebut Kini Menjadi Sarang Pungli
” Selama ini banyak wali murid yang mengeluhkan Kebijakan Yang di buat zulhadimi selaku kepala sekolah, seperti penjualan LKS yang di jual oleh sekolah dengan Harga 2x lipat dari harga normal ,dan liciknya zulhadimi ini LKS yang di perjualbelikan di sekolah tersebut dilarang untuk di bawa pulang tentunya untuk mengelabui awak media dan LSM selaku kontrol sosial” ketus jamal.
Lebih lanjut Jamal mendesak Gubernur Jambi agar segera Mengevaluasi Kinerja Kepsek SMA Negeri 1 Kerinci.
” Tentunya kami berharap Kepada Bapak Gubernur Provinsi Jambi untuk mengevaluasi Kinerja Zulhadimi selaku kepala Sekolah , Jika terbukti Melakukan Pemotongan dana PIP kapan perlu copot saja jabatan Kepsek Sma Negeri 1 Kerinci tersebut, jangan di beri panggung lagi itu oknum-oknum kepsek yang menciderai dan mencoreng Nama pendidikan Di provinsi Jambi“Tegasnya.
Hingga berita ini terbit Kepsek maupun Ketua Komite SMA Negeri 1 Kerinci belum bisa di mintai tanggapan nya.





