Jambi – Kepedulian terhadap persoalan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan orang terlantar di Provinsi Jambi melahirkan sebuah lembaga sosial bernama Yayasan Merangkul Jiwa Jambi. Yayasan ini resmi berdiri pada Januari 2026, setelah sebelumnya berawal dari komunitas pemuda yang telah aktif melakukan kegiatan kemanusiaan sejak akhir tahun 2025.
Yayasan Merangkul Jiwa Jambi dibentuk atas dasar keprihatinan terhadap masih banyaknya ODGJ dan orang terlantar yang hidup tanpa pendampingan, perawatan, serta kepastian status sosial dan kesehatan.
Melalui pendekatan kemanusiaan, yayasan ini berupaya mencari, merangkul, dan mendampingi mereka agar memperoleh penanganan yang layak dan berkelanjutan.
Ketua Yayasan Merangkul Jiwa Jambi, Melisa Try Andani, S.Pd.Gr, menyampaikan bahwa sejak masih berbentuk komunitas hingga resmi menjadi yayasan, pihaknya telah aktif turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan nyata.
“Sejak akhir 2025 hingga saat ini, kami telah menangani sebanyak 12 orang ODGJ dan orang terlantar dengan berbagai latar belakang kondisi,” ujarnya saat diwawancarai pada Sabtu (24/01/2026).
Adapun rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Yayasan Merangkul Jiwa Jambi meliputi pencarian dan penjangkauan ODGJ serta orang terlantar di sejumlah titik, pembersihan diri, pemberian pakaian yang layak, serta penyediaan makanan bergizi.
Selain itu, yayasan juga melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan kesehatan jiwa bekerja sama dengan pihak terkait.
Tidak hanya berhenti pada bantuan awal, yayasan juga melakukan penelusuran status pribadi para penerima manfaat. Beberapa di antaranya telah diantar langsung ke Rumah Sakit Jiwa, sebagian dipulangkan ke keluarga masing-masing, dan lainnya dirujuk ke panti rehabilitasi untuk mendapatkan pendampingan lanjutan.
Dalam menjalankan kegiatannya, Yayasan Merangkul Jiwa Jambi secara aktif melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, Rumah Sakit Jiwa, serta panti-panti rehabilitasi guna memastikan penanganan yang tepat dan sesuai prosedur.
Saat ini, Yayasan Merangkul Jiwa Jambi didukung oleh 12 orang relawan (voluntir) yang secara sukarela terlibat dalam setiap kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilaksanakan.
Yayasan ini juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat umum yang ingin berkontribusi dalam upaya kemanusiaan bagi ODGJ dan orang terlantar di Jambi.
Informasi dan dokumentasi kegiatan Yayasan Merangkul Jiwa Jambi dapat diakses melalui akun Instagram resmi @merangkuljiwajambi. (Red).




