Jambi, 8 April 2026 – jambiaktual.co.id Di tengah denyut industri migas yang terus bergerak menjaga pasokan energi nasional, persoalan kesehatan di sekitar wilayah operasi tetap menjadi bagian yang lekat dengan keseharian masyarakat. Ada balita yang pertumbuhannya perlu dipantau agar tidak tertinggal sejak dini, ibu hamil yang membutuhkan pendampingan gizi untuk menjaga dua kehidupan sekaligus, remaja yang mulai belajar memahami kesehatan reproduksi, lansia yang berharap tetap sehat dan produktif di usia senja, hingga penyandang disabilitas yang memerlukan akses layanan kesehatan yang lebih ramah.
Dari kebutuhan-kebutuhan yang kerap hadir itulah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 menghadirkan berbagai intervensi kesehatan melalui program tanggung jawab sosial di enam wilayah kerja. Program intervensi pada bidang kesehatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, seperti Puskesmas dan Dinas Kesehatan di wilayah masing-masing.
Bertepatan dengan momentum World Health Day yang diperingati setiap 7 April, upaya tersebut menegaskan bahwa menjaga kesehatan berarti turut menjaga harapan hidup masyarakat secara berkelanjutan. Berbagai inisiatif tersebut dijalankan di sekitar wilayah operasi Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, Pertamina EP (PEP) Jambi, Pertamina EP (PEP) Lirik, Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu, Pertamina EP (PEP) Rantau, serta Pertamina Hulu Energi (PHE) North Sumatra Offshore, dengan fokus pada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1 Iwan Ridwan Faizal, menyatakan bahwa program kesehatan yang dijalankan dirancang agar dampaknya tidak berhenti pada pertolongan sesaat, melainkan membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga kualitas hidup. “Kami meyakini bahwa keberlanjutan program kesehatan lahir ketika sebuah program mampu memberikan dan menambah pengetahuan, kepedulian, serta daya untuk terus menjaga kesehatan secara mandiri,” ujar Iwan.
Sepanjang 2025, upaya pencegahan stunting menjadi salah satu fokus utama dengan berhasil mengentaskan 130 balita stunting, menjangkau 260 ibu hamil, 100 ibu menyusui, 250 orang tua, 100 keluarga, 100 remaja, serta 770 remaja putri di sejumlah wilayah operasi. Intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan, penguatan fasilitas posyandu, pelatihan kader kesehatan, edukasi gizi keluarga, hingga pengembangan kebun pangan masyarakat sebagai sumber pasokan pangan bergizi berkelanjutan.
Kini, perlahan tumbuh perubahan di tingkat keluarga ketika pengetahuan tentang gizi tidak lagi berhenti sebagai informasi, melainkan mulai hadir dalam pilihan makan sehari-hari, kebiasaan datang ke posyandu, hingga perhatian lebih besar terhadap tumbuh kembang anak.
“Sekarang saya jadi lebih paham bagaimana menjaga kesehatan selama hamil, mulai dari pola makan sampai pentingnya rutin memeriksakan kandungan. Rasanya lebih tenang karena tahu apa yang harus dilakukan untuk kesehatan saya dan bayi,” ujar Amelia, seorang ibu hamil di sekitar wilayah PEP Jambi dengan usia kandungan delapan minggu.
Kepedulian serupa juga menjangkau kelompok disabilitas di sekitar wilayah kerja PEP Rantau melalui program pendidikan inklusif dan layanan kesehatan. Sebanyak 100 peserta inklusif mengikuti kelas kesehatan untuk meningkatkan literasi hidup sehat, sementara 30 penyandang difabel memperoleh dukungan alat bantu serta layanan kesehatan yang membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Program ini membuka ruang agar kelompok disabilitas tidak hanya memperoleh layanan yang lebih layak, tetapi juga merasa hadir sebagai bagian penting dari pembangunan sosial di lingkungannya.

Sementara itu, perhatian terhadap lansia juga diwujudkan melalui program kesehatan masyarakat di yang menjangkau sekitar 180 lansia. Di sekitar wilayah kerja PEP Jambi, sebanyak 80 lansia memperoleh peningkatan pengetahuan kesehatan hingga kesehatan mental, sementara 50 lansia mengalami peningkatan produktivitas melalui kegiatan pemberdayaan. Sedangkan di sekitar wilayah kerja PHE Jambi Merang, telah diberikan penyaluran bantuan stimulan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup 50 orang lansia.
“Sekarang kami merasa lebih diperhatikan. Bukan hanya diperiksa kesehatannya, tapi juga diajak tetap aktif dan punya kegiatan. Rasanya lebih semangat menjalani hari,” ungkap Duta Lansia Desa Kota Karang Tahun 2025 Maisarah.
Energi yang dihasilkan dari wilayah operasi semestinya tidak hanya bermakna bagi ketahanan nasional, tetapi juga meninggalkan jejak manfaat yang nyata dalam kehidupan masyarakat sekitar. Langkah ini turut memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada tujuan poin ke-2 dan 3 (Tanpa kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera).





