KERINCI – jambiaktual.co.id Tembok penahan di aliran sungai Batang Merao di Desa Sungai Pegeh, Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci, dilaporkan dalam kondisi mengkhawatirkan dan berpotensi ambruk. Kerusakan yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun itu hingga kini belum ditangani secara menyeluruh. Sabtu 2 Mei 2026
Pantauan di lokasi menunjukkan bagian struktur mengalami keretakan dan pengikisan pada sisi bawah. Saat debit air menurun, area di sekitar pondasi terlihat terbuka dan rawan longsor. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi, terutama karena lokasi tersebut kerap dimanfaatkan anak-anak untuk mandi dan bermain.
Sejumlah warga menyebut kekhawatiran mereka meningkat setiap musim hujan, ketika arus sungai menguat dan tekanan terhadap struktur bertambah. “Kalau dibiarkan terus, kami khawatir bisa roboh sewaktu-waktu,” ujar seorang warga setempat.
Kritik juga datang dari kalangan aktivis di Kabupaten Kerinci yang menilai respons pemerintah daerah berjalan lambat. Mereka meminta adanya langkah cepat untuk mencegah potensi kecelakaan.
“Penanganan seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan warga,” kata seorang aktivis.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait rencana perbaikan maupun penanganan darurat dari pihak berwenang. Sementara itu, warga berharap pemerintah segera melakukan peninjauan teknis dan mengambil langkah pengamanan di lokasi.
Selain perbaikan struktur, warga juga mengusulkan pemasangan tanda peringatan atau pembatas di area sekitar tembok penahan untuk mencegah aktivitas anak-anak di titik berisiko.
