Abrasi Sungai dan Infrastruktur Jadi Keluhan Warga, Ivan Wirata Siap Kawal Aspirasi Desa Muara Jambi

JambiJambiaktual.co.id – Sejumlah persoalan krusial disampaikan warga Desa Muara Jambi dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata. Mulai dari ancaman abrasi sungai, infrastruktur jalan lingkungan, hingga dukungan kegiatan keagamaan menjadi perhatian utama masyarakat.

Kepala Desa Muara Jambi, Abudzar, menjelaskan bahwa desanya merupakan kawasan strategis yang berada di sekitar kompleks percandian Muaro Jambi dan memiliki potensi besar sebagai desa wisata. Namun, di sisi lain, desa tersebut tengah menghadapi ancaman serius berupa abrasi di sepanjang bantaran sungai yang berpotensi merusak permukiman warga, lingkungan, serta kawasan wisata sejarah.

Menurutnya, pemerintah desa telah mengajukan proposal pembangunan turap ke Kementerian PUPR. Ia pun berharap DPRD Provinsi Jambi dapat turut mengawal agar usulan tersebut segera direalisasikan.

“Kami sangat berharap dukungan dan pengawalan dari DPRD agar pembangunan turap ini bisa segera terlaksana,” ujarnya.

Selain itu, Ketua RT 09, Hasbullah, menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan lingkungan yang belum sepenuhnya diaspal dan pengerjaannya belum tuntas. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Ia juga menyoroti keberlangsungan kegiatan keagamaan di desa yang masih bergantung pada Pendapatan Asli Desa (PAD), termasuk untuk pembayaran honor guru ngaji PAMI. Warga berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi untuk memastikan kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Aspirasi lainnya datang dari Marwiyah, warga RT 08, yang mengusulkan bantuan lanjutan pembangunan langgar di wilayahnya. Saat ini, pembangunan baru mencapai tahap pondasi dan masih membutuhkan bantuan untuk penyelesaian, khususnya bagian atap.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ivan Wirata menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Ia meminta agar proposal pembangunan jalan lingkungan segera disiapkan dan diajukan sebelum akhir Maret agar dapat masuk dalam perencanaan anggaran.

“Segera siapkan proposalnya, agar bisa kita dorong masuk dalam pengajuan anggaran,” tegasnya.

Terkait abrasi sungai, Ivan menyampaikan akan berkoordinasi dengan pihak balai terkait guna mendorong percepatan pembangunan turap, mengingat Desa Muara Jambi merupakan kawasan strategis pariwisata dan cagar budaya.

Sementara itu, untuk honor guru ngaji, ia memastikan bahwa anggaran telah tersedia dan akan terus dikawal sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan masyarakat.

Lebih jauh, Ivan menekankan pentingnya perhatian dari pemerintah daerah dan pusat terhadap desa-desa di sekitar kawasan percandian Muaro Jambi. Ia menilai, desa penyangga perlu didorong menjadi desa wisata mandiri agar masyarakat bisa merasakan dampak ekonomi dari sektor pariwisata.

“Kalau desa-desa di sekitar kawasan ini tertata dengan baik dan ekonominya bergerak, maka nilai kawasan cagar budaya juga akan semakin kuat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penguatan desa wisata penyangga juga menjadi bagian dari upaya mendorong kawasan Candi Muaro Jambi mendapatkan pengakuan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.

Melalui reses tersebut, Ivan Wirata kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, dan memperjuangkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan warga serta pelestarian budaya daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *