Merangi – jambiaktual.co.id Maraknya aktivitas mobil angkutan batu bara yang melintas di tengah Kota Bangko menuai sorotan tajam dari Aliansi Mahasiswa Merangin. Salah satu aktivis yang bersuara adalah Febri Kurniawan, mantan Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sekaligus aktivis Merangin.
Febri menilai Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Merangin lalai dalam melakukan pengawasan terhadap regulasi angkutan batu bara. Menurutnya, semakin masifnya truk batu bara yang melintas di kawasan perkotaan telah menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat, tanpa memberikan manfaat signifikan bagi daerah.
“Dengan semakin banyaknya angkutan batu bara yang melintas di tengah kota, dampak negatifnya sangat dirasakan oleh masyarakat. Mulai dari terganggunya kenyamanan hingga ancaman keselamatan bagi pengguna jalan,” ujar Febri.
Ia menjelaskan, aktivitas truk bertonase besar tersebut berpotensi menimbulkan keresahan publik. Selain membahayakan keselamatan, keberadaan angkutan batu bara juga dikhawatirkan mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, memicu kemacetan, serta mencemari lingkungan di wilayah perkotaan.
Aliansi Mahasiswa Merangin pun mendesak Pemerintah Kabupaten Merangin untuk segera melakukan penertiban serta menegaskan kembali penerapan regulasi jam operasional angkutan batu bara yang dinilai semakin tidak terkendali. Mereka menilai lemahnya pengawasan dan penegakan aturan menjadi penyebab utama bebasnya truk-truk batu bara melintas, bahkan pada jam-jam sibuk.
“Pemerintah daerah harus bersikap tegas, baik terhadap perusahaan maupun pengemudi yang melanggar ketentuan. Langkah ini penting demi menjaga keamanan, kenyamanan, serta keselamatan masyarakat Merangin secara keseluruhan,” tegasnya.
Aliansi Mahasiswa Merangin berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar aktivitas angkutan batu bara tidak lagi merugikan masyarakat serta tidak menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang berkepanjangan.
