Kerinci – Menjelang pelaksanaan ujian sekolah, dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Informasi ini muncul dari keluhan sejumlah orang tua siswa serta laporan yang beredar di masyarakat.
Menurut informasi yang diterima redaksi, terdapat oknum di beberapa sekolah yang diduga meminta siswa segera melunasi pembayaran komite maupun tunggakan administrasi lainnya. Bahkan, disebut-sebut terdapat kekhawatiran di kalangan siswa karena muncul ancaman tidak akan diberikan nomor ujian apabila pembayaran tersebut tidak diselesaikan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan tersebut. Aturan mengenai larangan pungutan di sekolah sebenarnya telah dikeluarkan dan disosialisasikan oleh pemerintah, namun laporan mengenai pelanggaran disebut masih terus terjadi setiap tahun.
Jurnalis Kerinci dan Sungai Penuh, Rendi, turut menyoroti persoalan ini dan mempertanyakan langkah pengawasan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
“Isu seperti ini hampir selalu muncul setiap menjelang ujian. Menurut informasi di lapangan, ada oknum yang memaksa siswa melakukan pelunasan komite dan biaya lainnya, dengan ancaman tidak diberikan nomor ujian. Padahal sudah ada aturan yang jelas mengenai larangan pungutan di sekolah,” ujar Rendi.
Jurnalis Media Online JambiAktual.co.id itu juga menilai bahwa penanganan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi terkesan belum maksimal.
“Kita berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jambi lebih tegas dalam menindaklanjuti laporan seperti ini. Banyak rekan-rekan jurnalis yang sudah mengangkat isu dugaan pungli di sekolah, namun publik belum melihat langkah konkret sesuai apa yang tercantum dalam surat edaran. Masyarakat tentu berharap adanya tindakan nyata untuk memastikan lingkungan pendidikan bebas dari pungutan yang tidak sesuai aturan,” tambahnya.
Redaksi masih berupaya menghubungi Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk meminta tanggapan dan klarifikasi terkait laporan ini. Berita akan diperbarui apabila ada perkembangan lebih lanjut.





