Operasi Jantung Terbuka Perdana di Jambi, RSUD Raden Mattaher Pastikan Fasilitas dan SDM Siap

Jambi- jambiaktual.co.id RSUD Raden Mattaher Jambi resmi memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan operasi jantung terbuka perdana yang dilakukan pada 30 Oktober 2025. Tindakan tersebut menjadi capaian penting bagi pengembangan pusat layanan jantung terpadu di Provinsi Jambi, sekaligus bagian dari program prioritas KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, Urologi).

Direktur RSUD Raden Mattaher, Dr. dr. Herlambang, Sp.OG-KFM, saat ditemui wartawan pada Kamis, 27 November 2025, menegaskan bahwa operasi perdana tersebut dilaksanakan dengan metode proctoring atau pendampingan ahli dari pusat layanan jantung terkemuka.

“Karena layanan ini masih dalam tahap pengembangan, operasi perdana wajib dilakukan dengan supervisi agar sesuai standar nasional. Harapan kami, ke depan masyarakat Jambi tidak perlu lagi berobat ke luar provinsi,” ujarnya.

Dalam proses operasi, RSUD Raden Mattaher didampingi langsung oleh tim spesialis dari RS Jantung Harapan Kita Jakarta dan RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang.

Wakil Direktur Pelayanan, dr. Anton Trihartanto, Sp.B, menjelaskan bahwa layanan jantung di RSUD Raden Mattaher telah berjalan bertahun-tahun dan bukan program baru. Dalam setahun, rumah sakit menangani 600–700 pemasangan ring jantung, dengan total sekitar 4.000 kasus sejak layanan tersebut dibuka.

“Operasi bedah jantung adalah fase lanjutan dari layanan yang sudah berjalan. Untuk tindakan kompleks, kami masih dalam pengampuan sesuai SK Kementerian Kesehatan,” kata Anton.
“Kami berkomitmen memenuhi standar hingga dapat mandiri sepenuhnya”

Terkait desas-desus bahwa RSUD Raden Mattaher belum memiliki fasilitas operasi jantung yang memadai, pihak rumah sakit menegaskan informasi tersebut tidak benar.

Dokter spesialis anestesi, dr. Dedi Fahrian, Sp.An, memastikan seluruh instrumen utama telah tersedia—mulai dari headlamp bedah, sistem monitoring, hingga perangkat pendukung operasi lainnya.

“Pendampingan bukan karena alat tidak ada, melainkan sesuai prosedur operasi perdana agar berjalan aman dan berstandar nasional,” ujarnya.
“Secara fasilitas kami siap, dan peningkatan tetap akan dilakukan.”

dr. Dedi Fahrian, Sp.An, menegaskan bahwa RSUD Raden Mattaher tetap memegang prinsip pelayanan kemanusiaan.

“Rumah sakit adalah institusi sosial, bukan bisnis. Kami tidak membeda-bedakan pasien dan tidak boleh menolak pasien dalam kondisi apapun,” tegasnya.

Dengan fasilitas yang dinilai layak serta adanya pendampingan dari pusat layanan nasional, manajemen RSUD Raden Mattaher menargetkan dalam beberapa tahun ke depan mampu mandiri dalam operasi jantung terbuka.

Jika target ini tercapai, masyarakat Jambi tidak lagi perlu dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan jantung komprehensif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *