MERLUNG – jambiaktual.co.id Dugaan skandal layanan perbankan mencuat di Bank 9 Jambi Cabang Merlung. Seorang nasabah bernama Zul Hamdi mengaku kehilangan saldo sebesar Rp4.500.000 secara misterius tanpa pernah melakukan transaksi penarikan sedikit pun.
Peristiwa ini terjadi pada tahun 2025. Zul menyebut saldo tabungannya yang semula tercatat Rp19.500.000 tiba-tiba menyusut drastis menjadi Rp15.000.000. Yang membuatnya semakin bingung, saat dilakukan pengecekan melalui mesin ATM, saldo tersebut sempat terlihat utuh sebelum akhirnya dinyatakan berkurang.
“Saldo saya awalnya Rp19 juta 500 ribu. Tiba-tiba tinggal Rp15 juta. Saya tidak pernah tarik uang itu. Waktu cek di ATM, saldo masih terlihat ada. Tapi kemudian hilang begitu saja,” ungkap Zul dengan nada kecewa, Minggu (23/2/2026).
Alih-alih mendapatkan penjelasan yang transparan, Zul mengaku justru mengalami perlakuan yang mengejutkan. Saat mendatangi kantor cabang untuk meminta klarifikasi, ia mengklaim dihalangi dan tidak diperkenankan masuk ke area kantor bank.
Menurut pengakuannya, pihak bank berdalih tidak menemukan bukti yang menguatkan adanya kehilangan dana tersebut. Padahal, Zul menyebut telah memiliki data pendukung berupa catatan sistem Finbuk dari Kominfo yang tersimpan dan bisa ditelusuri.
“Pihak bank bilang tidak ada bukti. Padahal data Finbuk dari Kominfo ada. Saya sudah cek saldo di ATM, terlihat ada. Tapi dana itu hilang tanpa saya tarik. Pagi ini saya mau masuk kantor malah dilarang,” tegasnya.
Kasus ini memunculkan sejumlah pertanyaan mendasar:
Bagaimana mungkin saldo nasabah bisa berkurang tanpa jejak transaksi yang jelas?
Mengapa nasabah yang hendak melapor justru tidak diberi akses untuk menyampaikan keberatan?
Apakah mekanisme pengaduan dan audit internal sudah berjalan sebagaimana mestinya?
Hilangnya dana Rp4.500.000 bukan perkara kecil bagi seorang nasabah. Sikap defensif dan dalih “tidak ada bukti” tanpa penjelasan rinci justru berpotensi memperlebar ketidakpercayaan publik terhadap sistem pengamanan dan pelayanan perbankan di tingkat cabang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dan komprehensif dari manajemen terkait dugaan hilangnya saldo tersebut maupun tudingan pelarangan akses terhadap nasabah.
Zul Hamdi berharap ada investigasi menyeluruh, baik dari internal bank secara independen maupun dari otoritas pengawas perbankan, agar hak nasabah dipulihkan dan kepercayaan masyarakat tidak terus tergerus oleh kasus-kasus yang dianggap janggal.
Kasus ini kini menjadi sorotan, dan publik menanti: akankah ada penjelasan terbuka, atau justru kembali tenggelam tanpa kejelasan?






