Jambi, 18 Mei 2026 – jambiaktual.co.id Dalam rangka mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih baik, bersih, dan berkelanjutan, Pemerintah Kota Jambi secara resmi meluncurkan Armada Pengangkut Sampah Berbasis Digital. Peresmian dilakukan di halaman Kantor Wali Kota Jambi pada Senin pagi ini, bertepatan dengan momen istimewa peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi serta Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah yang ke-625.
Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dan didampingi Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. Acara ditandai dengan pelepasan armada secara simbolis yang dilakukan usai pelaksanaan upacara bendera, sebagai tanda dimulainya penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terukur di wilayah Kota Jambi.
Sebanyak 20 unit kendaraan pengangkut sampah berteknologi canggih ini direncanakan akan mulai beroperasi secara penuh pada akhir bulan Mei 2026 mendatang. Dalam pelaksanaannya, armada ini akan melayani pengangkutan sampah dari seluruh 7 depo transfer yang tersebar di berbagai wilayah Kota Jambi menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo. Setiap unit kendaraan memiliki kapasitas angkut mencapai 500 ton sampah setiap harinya, dan operasionalnya akan didukung pula oleh armada arm roll yang telah tersedia selama ini agar kinerja pengangkutan menjadi lebih optimal dan tepat waktu.

Salah satu keunggulan utama armada baru ini adalah penggunaan sistem berbasis digital yang memungkinkan pihak pemerintah untuk memantau posisi dan pergerakan kendaraan secara real-time. Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa teknologi ini memberikan kendali penuh kepada pengelola: “Kita bisa memantau keberadaan armada kapan saja. Jika kendaraan keluar dari jalur yang telah ditentukan atau bahkan melintasi batas wilayah kota, kita dapat mematikan mesinnya dari jarak jauh sebagai langkah pengamanan dan pengawasan.”
Selain sistem pemantauan jarak jauh, kendaraan ini juga dilengkapi dengan fasilitas penampungan air lindi atau air limbah hasil pembusukan sampah. Hal ini dirancang khusus agar air yang menetes dari tumpukan sampah tidak mencemari badan jalan, saluran air, maupun lingkungan sekitar selama proses pengangkutan berlangsung.
Kehadiran armada ini juga menjadi kelanjutan dan penguatan dari program unggulan yang sedang dikembangkan, yaitu Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM). Sebagai bagian dari sistem terpadu, program ini telah didukung oleh 150 unit kendaraan roda tiga atau yang dikenal dengan sebutan Bentor yang tersebar merata di seluruh kelurahan dan kecamatan. Tugas utama Bentor ini adalah menjemput sampah langsung dari rumah ke rumah warga, kemudian membawanya ke depo transfer terdekat untuk diproses lebih lanjut.
Wali Kota Maulana menegaskan aturan ketat dalam alur pengelolaan ini: “Sampah yang sudah terkumpul di depo transfer tidak boleh dibiarkan menumpuk lama, apalagi sampai menginap di tempat tersebut. Pada hari yang sama sampah harus segera diangkut dan dibawa menuju TPA Talang Gulo agar tidak menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, maupun potensi penyebaran penyakit.”
Ke depannya, Pemerintah Kota Jambi juga berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem ini. Jika kebutuhan meningkat, akan dilakukan penambahan jumlah depo transfer sampah di lokasi-lokasi strategis agar jangkauan layanan menjadi lebih luas dan beban kerja setiap titik pengumpulan menjadi lebih seimbang.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak seluruh warga Kota Jambi untuk turut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengimbau agar kebiasaan membuang sampah di tempat pembuangan sementara liar, pinggir jalan, maupun sembarang tempat segera dihentikan. “Jalan protokol maupun lingkungan perumahan tidak boleh lagi ada tumpukan sampah yang tidak teratur. Mari kita dukung program ini dengan menggunakan layanan OPBM yang telah disediakan, agar pengelolaan sampah di kota kita berjalan tertib dan lingkungan tetap bersih,” pungkasnya.
Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan persampahan yang selama ini menjadi tantangan utama sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan Kota Jambi yang bersih, sehat, tertata, dan nyaman untuk ditinggali seluruh warganya.





