SAROLANGUN – jambiaktual.co.id Ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme (IRET), pengaruh True Crime Community (TCC), hingga perundungan menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jambi.
Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi salah satu benteng utama dalam melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif tersebut.
Hal itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham IRET, TCC dan Perundungan di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Sarolangun, di GOR Sarolangun, Kamis (6/8/2026).

Menurut Sani, perkembangan teknologi telah membuka akses informasi yang sangat luas bagi pelajar. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko ketika media digital dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda kekerasan, paham radikal, ujaran kebencian maupun konten yang mengagungkan tindak kejahatan.
Karena itu, pelajar diminta tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menyaring dan memverifikasi setiap informasi yang diterima.

“Jangan mudah terpengaruh ajakan yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Tolak ujaran kebencian, provokasi, perundungan dan ajakan kekerasan,” tegas Wagub Sani.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan perundungan tidak boleh dianggap sebagai kenakalan biasa. Jika dibiarkan, tindakan tersebut dapat mengganggu perkembangan dan masa depan peserta didik.
Pemerintah Provinsi Jambi, lanjutnya, mendorong keterlibatan pemerintah daerah, aparat keamanan, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, toleran dan berkarakter.
Sementara itu, Bupati Sarolangun Hurmin meminta para pelajar mengikuti kegiatan tersebut dengan serius. Ia mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pergaulan negatif, narkoba, perundungan hingga paparan paham radikal melalui ruang digital.
“Anak-anak kita adalah penerus bangsa. Jangan sampai masa depan mereka rusak karena salah pergaulan atau pengaruh negatif,” tegas Hurmin.
Sosialisasi tersebut turut menghadirkan narasumber dari BNN RI dan Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Kegiatan diikuti pelajar, guru, kepala sekolah, unsur pemerintah serta Forkopimda Kabupaten Sarolangun.
Pesan yang dibawa cukup jelas: mencegah lebih awal jauh lebih penting daripada menunggu generasi muda menjadi korban pengaruh negatif. Sekolah bukan hanya tempat mengejar prestasi akademik, tetapi juga ruang penting untuk membentuk karakter dan menjaga masa depan generasi Jambi.





