Stockpile PT SAS Disorot, Warga Menolak dan Keterbukaan Dipertanyakan

JAMBI, 22 Agustus 2026 — jambiaktual.co.id Polemik aktivitas stockpile batu bara PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) di kawasan Aur Kenali, Kota Jambi, kian memanas. Penolakan tak hanya datang dari warga Aur Kenali, tetapi juga masyarakat Mendalo Laut, Banyumas, Penyengat Rendah dan sejumlah elemen masyarakat.

Dialog yang digelar Jumat (21/8/2026) semestinya menjadi ruang terbuka untuk mencari solusi. Namun, forum tersebut justru menyisakan pertanyaan: seberapa serius PT SAS menghadapi keresahan masyarakat?

Sorotan muncul karena pihak yang disebut mewakili PT SAS dalam dialog dinilai bukan pengambil keputusan utama. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tajam: jika persoalan serius, mengapa pihak yang memiliki kewenangan menentukan kebijakan tidak hadir langsung?

Tak kalah menjadi sorotan, sejumlah wartawan yang hendak meliput dialog disebut mengalami pembatasan. Jika benar, kondisi tersebut patut dipertanyakan, mengingat persoalan stockpile telah menjadi perhatian publik.

Apa yang membuat proses dialog terkesan tidak sepenuhnya terbuka?

Pers memiliki fungsi kontrol sosial dan hak menjalankan tugas jurnalistik berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pengamanan memang penting, tetapi jangan sampai berubah menjadi tembok yang membatasi akses informasi publik.

PT SAS kini berada di bawah sorotan. Warga membutuhkan jawaban, bukan sekadar kehadiran formal dalam forum dialog. Perusahaan dituntut terbuka mengenai aktivitas stockpile, dasar operasional, dampak yang dikeluhkan warga, serta langkah konkret penyelesaiannya.

Semakin terbuka PT SAS memberikan penjelasan, semakin kecil ruang spekulasi. Sebaliknya, semakin tertutup, semakin besar pula pertanyaan publik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi PT SAS terkait dugaan pembatasan terhadap wartawan maupun alasan pihak yang hadir dalam dialog bukan pengambil keputusan utama.

Kini publik menunggu: PT SAS mau membuka persoalan ini secara terang-benderang, atau membiarkan polemik terus bergulir tanpa jawaban yang benar-benar substantif?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *