KOTAJAMBI — Kualitas air baku Sungai Batanghari yang menjadi sumber air Perumda Tirta Mayang Kota Jambi mendapat sorotan. Kondisi air sungai yang dinilai mengalami penurunan kualitas mendorong DPRD Kota Jambi meminta PDAM melakukan kajian teknis dan membenahi sistem pengolahan air.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengatakan kondisi air baku Batanghari saat ini perlu mendapat perhatian serius. Penilaian tersebut disampaikannya setelah turun langsung ke lapangan bersama anggota DPR RI dan Direktur PDAM Tirta Mayang.
Menurut Faried, kondisi air Sungai Batanghari yang terlihat kecokelatan menunjukkan perlunya penanganan dan pengelolaan yang lebih maksimal.
“Kita melihat kondisi air baku ini memang perlu menjadi perhatian. PDAM harus melakukan kajian teknis, bagaimana teknologi pengolahan air ini bisa menyesuaikan dengan kondisi air baku yang ada,” ujar Kemas Faried Alfarelly.
Faried mendorong PDAM Tirta Mayang untuk memaksimalkan teknologi pengolahan air, termasuk sistem filtrasi yang disesuaikan dengan kondisi air baku saat ini.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan air yang didistribusikan kepada masyarakat memenuhi standar kelayakan. Pemantauan dan pengujian kualitas air juga dinilai perlu dilakukan secara berkala.
“Yang paling penting masyarakat harus mendapatkan kepastian bahwa air yang didistribusikan itu memang layak dan sudah melalui proses pengolahan serta pengujian,” katanya.
Faried juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menggunakan air untuk konsumsi apabila kualitasnya belum memenuhi standar higienis. Air yang belum dinyatakan layak minum sebaiknya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga lainnya dengan tetap memperhatikan hasil pengujian kualitas air.
Di sisi lain, Faried menilai PDAM Tirta Mayang memiliki kemampuan untuk melakukan pembenahan. Terlebih, perusahaan daerah tersebut kini berstatus sebagai Perumda yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan keuangan.
Ia juga menyebut PDAM Tirta Mayang telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah melalui dividen. Karena itu, Faried mendorong direktur baru PDAM segera menyusun langkah strategis untuk menghadapi penurunan kualitas air baku Sungai Batanghari.
“Dengan kondisi seperti ini, direktur yang baru harus segera memformulasikan langkah strategis. Jangan hanya melihat kondisi sekarang, tetapi juga bagaimana pengolahan air ke depan bisa mengikuti perkembangan teknologi,” tegasnya.
DPRD Kota Jambi berharap kajian teknis segera dilakukan sehingga sistem pengolahan air PDAM dapat disesuaikan dengan kondisi Sungai Batanghari. Dengan demikian, kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga dan memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan.





