Kuliah Umum di UNJA, Gubernur Al Haris Ajak Mahasiswa Jadi Agen Pencegah Karhutla

Jambi – jambiaktual.co.id Gubernur Jambi, Al Haris, mengajak mahasiswa Universitas Jambi untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan ekosistem gambut di Provinsi Jambi.

Ajakan tersebut disampaikan Al Haris saat menjadi pemateri dalam kuliah umum bertema Antisipasi dan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan pada Ekosistem Gambut di Provinsi Jambi yang digelar di Gedung Unifac Universitas Jambi, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., serta menghadirkan Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Al Haris menegaskan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tugas pemerintah, TNI, Polri, maupun Satgas Karhutla, tetapi juga membutuhkan keterlibatan mahasiswa sebagai agen edukasi di tengah masyarakat.

“Mahasiswa punya peran penting karena banyak yang turun langsung ke desa melalui KKN maupun kembali ke kampung halamannya. Mereka bisa menjadi jembatan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutla,” ujar Al Haris.

Ia menjelaskan, dampak karhutla sangat besar bagi kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan seperti ISPA, terganggunya aktivitas pendidikan, hingga lumpuhnya transportasi akibat kabut asap seperti yang pernah terjadi pada tahun 2015 dan 2019.

Selain itu, Al Haris juga menyoroti pentingnya menjaga lahan gambut yang memiliki fungsi besar sebagai penyimpan karbon dan penyangga ekosistem. Menurutnya, edukasi tentang gambut perlu ditanamkan sejak dini, termasuk melalui modul pembelajaran yang telah diluncurkan Pemprov Jambi untuk siswa SMA dan SMK.

Al Haris menegaskan pemerintah tidak melarang masyarakat membuka lahan untuk bertani, namun melarang pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Karena itu, Pemprov Jambi menjalankan program Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) guna membantu petani membuka lahan secara aman dan ramah lingkungan.
Ia berharap keterlibatan mahasiswa dapat memperkuat upaya mitigasi dan sosialisasi pencegahan karhutla di masyarakat.

“Kita lebih memilih mencegah daripada bertindak saat api sudah membesar. Dengan keterlibatan mahasiswa, kesadaran masyarakat untuk mencegah karhutla diharapkan semakin kuat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *