JAMBI — Penjualan mobil bekas di Kota Jambi disebut mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ekonomi serta tingginya uang muka atau down payment (DP) pembiayaan dari sejumlah perusahaan leasing menjadi salah satu faktor yang dinilai memengaruhi daya beli konsumen.
Hal tersebut disampaikan Rusma, marketing Garasi Bintang, saat ditemui JambiAktual.co.id di kantornya, kawasan Paal Lima, Kota Jambi, Rabu (23/9/2026).
Menurut Rusma, kondisi pasar mobil bekas saat ini cukup berat. Penurunan penjualan juga terlihat dari tidak tercapainya target showroom dalam enam bulan terakhir.
“Penjualan mobil bekas di Kota Jambi mengalami penurunan yang luar biasa, bahkan bisa dikatakan terjun bebas. Ini diperparah dengan kondisi ekonomi dan besarnya DP yang diterapkan leasing, khususnya untuk pembiayaan mobil bekas,” ujar Rusma.
Meski demikian, Rusma mengatakan tidak seluruh perusahaan leasing menerapkan DP tinggi. Beberapa leasing masih memberikan peluang pembiayaan dengan DP lebih rendah, dengan mempertimbangkan kondisi calon konsumen.
“Tidak semua leasing melakukan kebijakan DP besar. Ada juga beberapa leasing yang berani mengambil DP minim. Dengan catatan, datanya akurat dan penghasilannya cukup,” katanya.
Menurut dia, sejumlah kendaraan dengan tahun produksi relatif lama masih dapat diajukan untuk pembiayaan, meski kebijakan tersebut bergantung pada jenis kendaraan dan perusahaan leasing.
“Untuk kendaraan tahun 2008 masih ada yang bisa masuk, tetapi tidak semua merek. Tidak semua leasing berani, hanya beberapa saja,” jelasnya.
Rusma menyebut, dalam enam bulan terakhir, Garasi Bintang menargetkan penjualan sebanyak 30 unit, namun realisasinya baru sekitar 10 unit.
“Target enam bulan terakhir 30 unit, tetapi yang tercapai hanya sekitar 10 penjualan. Sepertinya kondisi ekonomi sekarang memang belum membaik,” ungkapnya.
Toyota Masih Mendominasi
Sementara itu, Hilda, asisten Ketua Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI) sekaligus marketing Sam Auto yang telah bekerja selama enam tahun di showroom tersebut, mengatakan kondisi pasar mobil bekas saat ini juga mengalami penurunan.
Hilda menyampaikan hal tersebut saat ditemui JambiAktual.co.id di tempat kerjanya, Rabu (23/9/2026).
“Kalau kondisi saat ini, market mobil bekas sangat menurun. Ini dibuktikan dengan target penjualan yang tidak pernah tembus. Untuk penjualan di Jambi, cukup sulit mencapai 1.000 unit dalam enam bulan,” ujarnya.
Menurut Hilda, meski pasar mengalami tekanan, beberapa merek kendaraan masih memiliki peminat cukup tinggi.
“Untuk produk yang masih banyak peminatnya, Toyota masih memegang sekitar 50 sampai 60 persen. Kemudian Daihatsu sekitar 30 persen, Mitsubishi 5 persen, dan sisanya Nissan,” ungkapnya.
King Auto Terapkan DP 40–50 Persen
Kondisi serupa juga dirasakan King Auto yang berada di kawasan Simpang Kawat, Kota Jambi.
Pihak King Auto menyebutkan bahwa showroom tersebut saat ini lebih banyak bermain pada kendaraan dengan tahun produksi yang lebih tinggi serta skema DP tertentu.
“Kita bermain di DP 40 sampai 50 persen. Untuk kendaraan tahun 2014 ke atas, kita bisa meminta pencairan sekitar 80 persen,” ujar pihak King Auto saat ditemui JambiAktual.co.id, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, King Auto memiliki target penjualan sekitar 30 unit per bulan atau 180 unit dalam enam bulan. Namun, target tersebut tidak selalu dapat tercapai karena dipengaruhi sejumlah faktor.
“Target kita sebulan 30 unit, artinya 180 unit untuk enam bulan. Masalahnya, target ini tidak tercapai. Ada beberapa faktor yang memengaruhi, misalnya kondisi ekonomi dan harga minyak,” ujarnya.
Meski demikian, pihak showroom menyebut masih berupaya membantu konsumen yang dinilai memiliki kemampuan pembayaran dan penghasilan yang memadai.
“Kita juga tidak akan melepaskan kalau memang konsumennya bagus. Artinya, walaupun DP kecil, tetapi penghasilannya bagus, tetap bisa kita bantu proses,” katanya.
Penurunan pasar tersebut menunjukkan bahwa kondisi penjualan mobil bekas di Kota Jambi masih menghadapi tantangan. Selain daya beli masyarakat, skema pembiayaan dan besaran DP menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen dalam membeli kendaraan secara kredit.





