Suasana Khusyuk di Lapas Jambi, Program Ustadz dan Jamaah Jadi Penguat Mental Warga Binaan

JAMBI – jambiaktual.co.id Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti kegiatan keagamaan di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Jambi pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan bertajuk Program Ustadz dan Jamaah yang bekerja sama dengan Jambi TV ini berlangsung dengan antusias dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari Kepala Kantor Wilayah, Kepala Lapas Kelas IIA Jambi beserta jajaran, pejabat struktural, petugas pemasyarakatan, hingga warga binaan.

‎Dalam kegiatan tersebut, hadir Ustadz Prof. Dr. Supian Ramli, S.Ag., M.Ag. sebagai penceramah utama yang menyampaikan tausiah keagamaan kepada seluruh jamaah. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai spiritual sebagai bekal dalam menjalani kehidupan, khususnya bagi warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan.



‎Kepala Kantor Wilayah, Irwan Rahman Gumilar, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam pembinaan mental dan spiritual warga binaan. Ia mengajak seluruh warga binaan untuk memanfaatkan momentum ini sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki sikap, serta membangun harapan baru saat kembali ke masyarakat.

‎“Jadikan setiap nasihat sebagai bekal untuk memperbaiki diri dan memperkuat iman. Ini penting sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

‎Ia juga mengingatkan kepada seluruh petugas pemasyarakatan untuk terus meningkatkan dedikasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pembinaan dengan pendekatan humanis akan memberikan dampak yang lebih optimal bagi warga binaan.



‎Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, menyampaikan komitmennya dalam mendukung penuh kegiatan pembinaan keagamaan. Ia menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya nyata dalam membentuk karakter warga binaan.

‎“Kami berupaya menghadirkan program pembinaan yang mampu mendorong perubahan positif, baik dari sisi pola pikir maupun perilaku warga binaan,” ungkapnya.



‎Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan berbagai pihak, termasuk media dan tokoh agama, dalam mendukung keberhasilan program pembinaan di dalam lapas.

‎Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya selama masa pembinaan, tetapi juga sebagai bekal spiritual bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *