JAMBI – jambiaktual.co.id Sebanyak 20 ton kopi Fine Robusta asal Kabupaten Kerinci hasil produksi petani yang tergabung dalam Koperasi Agro Forestry Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, resmi diberangkatkan menuju pasar internasional, yakni Tiongkok.
Keberhasilan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa komoditas kopi asal Provinsi Jambi kini semakin mampu bersaing di pasar global.
Pelepasan ekspor kopi tersebut turut dihadiri Gubernur Jambi yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, Bupati Kerinci Monadi, perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jambi, Perhutanan Sosial, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ariansyah menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Wilayah Jambi yang dinilai konsisten melakukan pembinaan terhadap para petani kopi di Kerinci. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga kualitas kopi yang kini mampu menembus pasar ekspor.
“Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran Bank Indonesia Wilayah Jambi yang selama ini aktif membina para petani untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas kopi yang dihasilkan,” ujar Ariansyah.
Ia mengatakan, kopi Fine Robusta Kerinci saat ini mulai mendapat perhatian pasar luar negeri karena memiliki cita rasa dan kualitas yang khas. Hal tersebut menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk terus meningkatkan daya saing produk perkebunan daerah.
Selain itu, Ariansyah menilai ekspor ini menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya petani kopi di Kabupaten Kerinci. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendamping, dan para petani harus terus diperkuat agar komoditas unggulan Jambi mampu menembus pasar internasional secara berkelanjutan.
Meski demikian, proses pengiriman ekspor saat ini masih dilakukan melalui Pelabuhan Belawan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Jambi berharap ke depan aktivitas ekspor komoditas unggulan daerah dapat dilakukan langsung melalui pelabuhan yang ada di Jambi.
“Kedepannya kita harapkan ekspor dapat dilakukan melalui pelabuhan Jambi sehingga mampu memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi daerah dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tambahnya.
Sementara itu, keberhasilan ekspor 20 ton kopi Fine Robusta ini juga menjadi angin segar bagi para petani kopi di Kerinci yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi berkualitas di Provinsi Jambi. Dengan terbukanya akses pasar internasional, diharapkan kesejahteraan petani semakin meningkat dan sektor perkebunan kopi di Kerinci terus berkembang.
Ekspor perdana ini sekaligus mempertegas potensi besar kopi robusta asal Kerinci sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang mampu membawa nama Jambi ke pasar dunia.





