Gubernur Al Haris: Pemprov Jambi Siap Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Waste-to-Energy

JAMBI – jambiaktual.co.id Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk mendukung penuh percepatan pembangunan Pembangkit Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE). Dukungan ini difokuskan terutama pada persiapan lahan sebagai syarat utama pembangunan, sesuai landasan hukum Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan saat acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik di Wilayah Jambi Raya, yang berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (11/04/2026) malam.

Acara ini disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Al Haris bersama Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM., Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Bupati Batang Hari Fadhil Arif, Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., serta Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si.

Apresiasi Menteri LH
Menteri Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi respons cepat Pemprov Jambi dan pemerintah daerah dalam merealisasikan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa proyek ini sangat penting untuk menekan volume timbunan sampah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas respons cepat Pemprov Jambi dan kabupaten/kota. Komitmen ini sesuai dengan Perpres No. 109 Tahun 2025 yang mensyaratkan pembangunan PSEL untuk wilayah dengan timbunan sampah minimal 1.000 ton per hari,” ujar Menteri Hanif.

Menurutnya, proyek strategis nasional ini menggunakan pendanaan APBN sehingga memerlukan perencanaan matang. Pasca-penandatanganan, pemerintah pusat akan segera memproses lelang proyek yang diperkirakan memakan waktu hingga tiga tahun.

Transformasi Pengelolaan Sampah
Sementara itu, Gubernur Al Haris menyambut baik kunjungan dan kerja sama ini sebagai wujud sinergi pusat dan daerah. Ia menyoroti bahwa volume sampah di Jambi Raya terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan penduduk, sehingga pendekatan konvensional sudah tidak memadai.

“Pengelolaan sampah selama ini masih didominasi pendekatan konvensional yang berfokus pada pembuangan akhir. Untuk itu, diperlukan transformasi menuju sistem yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi ramah lingkungan,” tegas Al Haris.

Gubernur Al Haris menegaskan bahwa sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang bisa diubah menjadi energi.

“Kami siap mendukung program Bapak Presiden. Kami berharap Jambi masuk dalam skema program nasional, sehingga persoalan sampah bisa dikelola dengan baik, mencegah kedaruratan sampah, dan justru menjadi sumber energi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui program ini, diharapkan terjadi pengurangan volume sampah di TPA secara signifikan, peningkatan kualitas lingkungan, serta terciptanya ekonomi sirkular yang produktif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *