APJII JAMBI Undang DPP LSM-IPB Gelar Audensi, Bangun Komunikasi dan Sinergitas Antar Lembaga

JAMBI– jambiaktual.co.id Upaya membangun komunikasi dan mempererat hubungan kelembagaan mendapat perhatian melalui undangan audiensi yang disampaikan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Pengurus Wilayah Jambi kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM-IPB.

Undangan resmi yang diterbitkan APJII Jambi pada 8 Oktober 2026 tersebut menjadi bagian dari komunikasi antarlembaga yang diharapkan dapat membuka ruang dialog, pertukaran pandangan, dan pemahaman bersama mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Surat bernomor 069/APJII/KEWIL/JBI/X/2026, yang ditandatangani Ketua BPW APJII Jambi, Haryono, merupakan tanggapan terhadap surat DPP LSM-IPB Nomor 09/PA/DPP LSM-IPB/KS/I/2026.

Dalam surat tersebut, APJII Jambi mengundang jajaran DPP LSM-IPB untuk mengikuti audiensi pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB, bertempat di Sekretariat APJII Jambi, Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi.

Pengurus DPP LSM-IPB Dipersiapkan Mengikuti Audiensi

Menindaklanjuti undangan tersebut, jajaran pengurus DPP LSM-IPB yang tercantum dalam pemberitahuan internal diminta mempersiapkan kehadiran sesuai tugas dan tanggung jawab organisasi.

Adapun unsur kepengurusan yang diminta mengikuti audiensi meliputi:

1. Ketua Harian
2. Sekretaris Jenderal (Sekjen)
3. Bidang Hubungan Masyarakat (Humas)
4. Bidang Hukum
5. Bidang Teknologi
6. Komandan Koordinator Lapangan (Korlap)
7. Komandan Satuan Tugas (Satgas)

Seluruh unsur pengurus tersebut diarahkan berkumpul terlebih dahulu di kantor sekretariat organisasi pada pukul 13.30 WIB, sebelum mengikuti agenda audiensi yang dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB.

Pengaturan waktu dan kehadiran tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi internal, kedisiplinan, dan kesiapan organisasi dalam memenuhi undangan resmi dari lembaga mitra.

Audiensi Bukan Sekadar Pertemuan Formal

Dalam kehidupan organisasi, audiensi memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertemuan antara dua lembaga.

Forum komunikasi seperti ini dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kelembagaan, membangun hubungan yang saling menghormati, dan mendengarkan pandangan masing-masing pihak secara terbuka.

Terlebih, perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari akses komunikasi, penyebaran informasi, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi berbasis digital.

Keberadaan organisasi masyarakat dan asosiasi yang bergerak dalam industri internet memiliki bidang tanggung jawab berbeda. Namun, komunikasi yang baik di antara keduanya dapat membantu memperluas pemahaman terhadap berbagai kebutuhan dan tantangan masyarakat.

Karena itu, setiap forum audiensi semestinya mengedepankan sikap profesional, keterbukaan, serta penghormatan terhadap kewenangan dan fungsi masing-masing lembaga.

Membangun Kepercayaan Melalui Dialog

Hubungan kelembagaan yang sehat tidak hanya dibangun melalui kesepakatan, tetapi juga melalui kesediaan untuk saling mendengarkan, memahami perbedaan pandangan, dan menghormati batas tanggung jawab masing-masing.

Organisasi yang profesional dituntut mampu menyampaikan aspirasi secara terarah, didukung informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta menjunjung tinggi etika komunikasi.

Di sisi lain, forum audiensi juga dapat memberikan kesempatan bagi setiap lembaga untuk menjelaskan tugas, fungsi, dan ruang lingkup kewenangannya.

Dengan pendekatan demikian, komunikasi antarlembaga diharapkan tidak berhenti pada hubungan administratif, melainkan berkembang menjadi hubungan yang produktif dan bermanfaat.

Profesionalisme dan Disiplin Menjadi Cerminan Organisasi

Kesiapan jajaran DPP LSM-IPB dalam menindaklanjuti surat undangan APJII Jambi juga menjadi perhatian dalam penguatan tata kelola organisasi.

Kehadiran pengurus dari berbagai bidang memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas fungsi, mulai dari administrasi kelembagaan, komunikasi publik, aspek hukum, teknologi, hingga dukungan kegiatan lapangan.

Setiap unsur memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi dan menunjukkan sikap profesional selama mengikuti kegiatan resmi.

Disiplin terhadap waktu, kesantunan dalam menyampaikan pendapat, dan kemampuan membangun komunikasi merupakan bagian penting dari citra sebuah organisasi.

Sebab organisasi yang kuat bukan hanya dinilai dari banyaknya pengurus atau luasnya jaringan, tetapi juga dari kualitas pemikiran, kedisiplinan, dan manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.

Sinergi yang Bermakna Harus Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Undangan audiensi APJII Jambi kepada DPP LSM-IPB dapat dipandang sebagai kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan saling mengenal peran kelembagaan.

Di tengah kemajuan teknologi yang terus berkembang, keterbukaan komunikasi menjadi unsur penting agar berbagai pihak dapat memahami perkembangan informasi secara tepat.

Meskipun demikian, hasil maupun kesepakatan dari audiensi tersebut masih memerlukan keterangan lebih lanjut dari pihak terkait.

Pada akhirnya, nilai sebuah pertemuan kelembagaan tidak cukup diukur dari berlangsungnya acara atau dokumentasi yang dihasilkan.

Pertemuan yang bermakna adalah pertemuan yang mampu melahirkan pemahaman, menumbuhkan kepercayaan, serta membuka peluang kerja sama yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *