JAMBI – Ketangguhan di atas matras tidak menghalangi Arumingtyas Khoni Dahlia untuk menekuni dunia akademik. Atlet karate muda asal Kota Jambi itu kini melanjutkan pendidikan di Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi (UNJA).
Mahasiswi dengan NIM G1C126012 tersebut tercatat sebagai mahasiswa tahun akademik 2026/2027. Di usianya yang masih muda, Arumingtyas telah menorehkan sejumlah prestasi karate di tingkat nasional maupun internasional.
Perjalanan Arumingtyas di dunia karate tidak hanya berbicara tentang medali, tetapi juga proses panjang membangun kedisiplinan, mental bertanding, sportivitas, serta keberanian menghadapi lawan dari berbagai negara.
Salah satu pengalaman internasional yang membekas dalam perjalanan kariernya terjadi pada 2025. Arumingtyas terpilih mengikuti rangkaian Manuel Veguillas Philippine International Open Karate Championships and Training Camp 2025 yang berlangsung di Tagaytay City, Filipina.
Ajang tersebut digelar pada 19–24 Agustus 2025 di Tagaytay CT Velodrome, Tagaytay City. Selain mengikuti kompetisi, Arumingtyas mendapat kesempatan mengikuti Asia-Pacific Training Camp, sebuah pemusatan latihan yang mempertemukan karateka dari kawasan Asia-Pasifik.
Di sana, dirinya berkesempatan berlatih dan bertukar pengalaman dengan atlet dari sejumlah negara, antara lain Indonesia, Filipina, Jepang, Malaysia, Singapura serta kawasan Oseania.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan mental kompetitif Arumingtyas. Dirinya tidak hanya berhadapan dengan atlet dari negara lain, tetapi juga belajar bahwa olahraga merupakan ruang untuk membangun persahabatan dan sportivitas lintas negara.
Salah satu pengalaman itu terlihat ketika Arumingtyas menjalani sesi sparring dengan Sovi, atlet berprestasi dari kawasan Oseania, Australia dan Selandia Baru, yang juga terpilih mengikuti Asia-Pacific Training Camp.
Pertemuan di atas matras tersebut tidak semata-mata menjadi duel teknik. Bagi para atlet muda, sesi sparring menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, memahami karakter permainan masing-masing dan membangun sportsmanship and camaraderie atau semangat sportivitas serta persahabatan.
Sebelum dan sesudah tampil di Filipina, Arumingtyas juga mencatat sejumlah prestasi penting sepanjang 2025.
Di antaranya, medali emas Zsuki International Karate Championship 2025 di Coimbatore, Tamil Nadu, India, pada 16–17 Agustus 2025.
Kemudian medali perak Shureido Open Karate Tournament 2025 di Jakarta pada 4–6 Juli 2025 serta medali perak The Champion Budo Kyokai Karate Indonesia di Jakarta pada 18–19 Januari 2025.
Rangkaian prestasi tersebut turut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jambi. Pada November 2025, Arumingtyas tercatat menerima penghargaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi atas prestasinya di bidang olahraga.
Namun, jejak prestasinya tidak berhenti pada 2025.
Setahun sebelumnya, tepatnya pada Juli 2024, Arumingtyas tampil di Chikubukai Open International Karate Championship di Colombo, Sri Lanka.
Kejuaraan yang digelar di Sugathadasa Indoor Stadium, Colombo, pada 22 Juli 2024 itu mempertemukan karateka dari berbagai latar belakang dan negara.
Dalam ajang tersebut, Arumingtyas berhasil meraih prestasi membanggakan. Arumingtyas disebut meraih dua medali emas, masing-masing pada kategori Kata dan Kumite Putri.
Prestasi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Arumingtyas sebagai karateka muda dari Jambi yang mampu bersaing di level internasional.
Saat ini, Arumingtyas merupakan karateka di bawah naungan Budokai Pengprov Jambi dan telah menyandang sabuk hitam Dan 1 (Shodan).
Perjalanan Arumingtyas juga menunjukkan keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan.
Sebelum menjadi mahasiswa UNJA, Arumingtyas merupakan siswi SMAN 3 Kota Jambi dari jurusan Sains. Lingkungan pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya sebelum akhirnya memilih Psikologi sebagai bidang studi di perguruan tinggi.
Pilihan tersebut juga menjadi menarik karena dunia olahraga dan psikologi memiliki keterkaitan yang erat, terutama dalam membangun mental, mengelola tekanan pertandingan, menjaga konsentrasi, serta memahami karakter manusia.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, pengalaman panjang sebagai atlet menjadi modal tersendiri untuk memahami pentingnya pengendalian diri dan ketahanan mental.
Perjalanan Arumingtyas tidak terlepas dari dukungan keluarga.
Arumingtyas tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda. Sang ibu, Dr. Woro Handayani, S.Pd., M.Pd., merupakan Kepala SMKN 2 Kota Jambi sekaligus aktif sebagai Wakil Bendahara Umum Forki Provinsi Jambi.
Sementara sang ayah, AKBP Dr. Dadang Djoko Karyanto, S.H., S.I.P., M.H., M.Pd., merupakan Pamen Polda Jambi yang juga dikenal aktif dalam bidang pendidikan, hukum dan kegiatan akademik di sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Jambi.
Dukungan keluarga tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Arumingtyas dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan dan olahraga.
Di balik berbagai prestasi yang diraihnya, Arumingtyas juga dikenal memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Arumingtyas tercatat aktif dalam sejumlah kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Salah satunya melalui keterlibatan dalam kegiatan gotong royong dan urunan kurban pada momentum Idul Adha.
Aktivitas tersebut menjadi gambaran bahwa pencapaian di dunia olahraga tidak membuatnya meninggalkan kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Bagi seorang atlet muda, prestasi bukan hanya tentang seberapa banyak medali yang dikumpulkan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai disiplin, sportivitas, kepedulian dan tanggung jawab diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kini, Arumingtyas Khoni Dahlia memasuki fase baru sebagai mahasiswi Psikologi Universitas Jambi. Namun, perjalanan sebagai karateka tetap menjadi bagian penting dari kehidupannya.
Dari matras pertandingan di Indonesia hingga panggung internasional di Sri Lanka, India dan Filipina, Arumingtyas telah mendapatkan pengalaman yang tidak sedikit.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa generasi muda Jambi memiliki potensi untuk bersaing di tingkat internasional apabila mendapatkan pembinaan, dukungan keluarga dan kesempatan yang memadai.
Arumingtyas bukan hanya membawa nama dirinya sendiri. Setiap kali berdiri di atas matras, ia membawa identitas daerah dan Indonesia.
Kini, dengan ilmu psikologi yang sedang ditempuhnya, pengalaman sebagai atlet dan bekal prestasi yang telah diraih, perjalanan Arumingtyas masih panjang.
Dari matras karate menuju ruang akademik, Arumingtyas Khoni Dahlia menjadi gambaran generasi muda yang berusaha memadukan prestasi, pendidikan, disiplin dan kepedulian sosial. Jejak emas yang telah ditorehkannya bukan akhir perjalanan, melainkan pijakan untuk melangkah menuju prestasi dan pengabdian berikutnya.





