Ketua DPRD Muaro Jambi Aidi Hatta Targetkan Muaro Jambi Nol Anak Putus Sekolah

Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi Aidi Hatta

MUARO JAMBIjambiaktual.co.id Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, menegaskan komitmennya menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten Muaro Jambi saat menanggapi data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (4/6/2026). Ia menyebut persoalan ini tidak boleh dipandang sekadar angka statistik, meski jumlahnya tercatat hanya 36 siswa.

 

Berdasarkan data Tahun Ajaran 2024–2025, sebanyak 24 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dari total 41.342 peserta didik dan 12 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari total 13.589 siswa tidak melanjutkan pendidikan. Aidi menegaskan, setiap anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan merupakan persoalan serius. “Target kita seharusnya nol anak putus sekolah. Satu anak saja yang tidak sekolah harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.

 

Ia menyebut DPRD Muaro Jambi telah memanggil dinas dan instansi terkait guna membahas penyebab anak-anak berhenti sekolah sekaligus merumuskan langkah konkret untuk mengembalikan mereka ke bangku pendidikan. Menurutnya, faktor ekonomi masih menjadi penyebab dominan, di mana sebagian anak terpaksa membantu orang tua mencari nafkah. Selain itu, rendahnya kesadaran orang tua serta kondisi lingkungan sekolah, termasuk dugaan perundungan (bullying), juga menjadi perhatian. Ia menekankan, persoalan ini harus dilihat dari akar masalahnya agar solusi yang diberikan tidak bersifat sementara.

 

Sebagai bentuk keseriusan, Dinas Pendidikan Muaro Jambi telah menyiapkan sejumlah program untuk menjangkau kembali anak-anak yang putus sekolah, termasuk dukungan program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat bagi keluarga kurang mampu. Aidi menegaskan, keberhasilan penanganan tidak hanya diukur dari jumlah siswa yang kembali bersekolah, tetapi juga dari kemampuan mengatasi faktor penyebabnya. Ia mengingatkan pendidikan adalah hak dasar setiap anak, sehingga pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat harus bersama-sama memastikan tidak ada anak yang tertinggal. “Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan. Jangan biarkan mereka kehilangan kesempatan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *