Ucapan “Kalau Uang Iyo Dak Ado” Kamad MAN 3 Kerinci Disorot, Etika Pejabat Publik Dipertanyakan

Gambar ilustrasi

KERINCIjambiaktual.co.id  Sebuah percakapan melalui WhatsApp pada Rabu, 16 September 2026, mengubah arah perhatian dalam proses konfirmasi dugaan persoalan dana Program Indonesia Pintar di MAN 3 Kerinci.

Saat itu, wartawan JambiAktual.co.id bersama Media Liputan One hendak menemui Kepala MAN 3 Kerinci, Tistiarni, S.Ag., M.Pd.I. Mereka ingin meminta penjelasan mengenai informasi dugaan pengumpulan uang dari siswa penerima PIP.

Bacaan Lainnya

Wartawan lebih dulu menanyakan apakah Tistiarni berada di madrasah.
Jawaban yang diterima:
Dak po kalau mau datang, kalau uang iyo dak ado.”

Kalimat itu muncul dalam komunikasi ketika wartawan belum meminta uang, uang minyak, ataupun bentuk pemberian lainnya.

Awak media kemudian mengirimkan pertanyaan konfirmasi melalui WhatsApp. Sekitar 31 pertanyaan diajukan, menyangkut asal-usul uang, mekanisme pengumpulan, pihak yang terlibat, serta alasan pengumpulan dana yang disebut berkaitan dengan PIP.

Tistiarni meminta wartawan datang ke madrasah.

Wartawan menjelaskan bahwa mereka sudah berada di Sungai Penuh setelah menempuh perjalanan dari Tamiai sehingga tidak memungkinkan kembali ke MAN 3 Kerinci saat itu.

Pertemuan kemudian ditawarkan di kawasan Pasar Sungai Penuh, Respons berikutnya kembali menyebut uang.
Kalau mau uang minyak kirim rekening, nanti biar saya suruh orang ngirim.”

Menurut awak media, pembicaraan sejak awal berkaitan dengan permintaan klarifikasi. Mereka menyatakan tidak pernah meminta biaya transportasi ataupun uang minyak kepada Kepala MAN 3 Kerinci.

Bagi JambiAktual.co.id, persoalannya bukan apakah uang benar-benar berpindah tangan. Yang dipersoalkan adalah munculnya istilah “uang” dan “uang minyak” ketika wartawan sedang menjalankan proses konfirmasi.

Dalam kerja jurnalistik, konfirmasi digunakan untuk memeriksa informasi sebelum berita diterbitkan sekaligus memberikan kesempatan kepada pihak yang disebut untuk menjelaskan posisinya.

Karena itu, komunikasi antara wartawan dan narasumber menjadi bagian penting dalam menjaga proses tersebut tetap profesional.

Percakapan tersebut berlangsung ketika persoalan utama mengenai dana PIP MAN 3 Kerinci belum memperoleh penjelasan yang sepenuhnya terang.

Sejumlah siswa sebelumnya memberikan keterangan mengenai adanya permintaan uang sebesar Rp300 ribu.

Azlan, operator MAN 3 Kerinci, memberikan penjelasan berbeda. Menurut dia, uang tersebut merupakan bentuk donasi atau sedekah setelah muncul keluhan dari orang tua siswa yang tidak memperoleh PIP.

Tistiarni juga memberikan penjelasan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif siswa penerima PIP untuk berbagi atau bersedekah.

Perbedaan keterangan tersebut membuat sejumlah hal masih perlu diverifikasi: siapa yang menggagas pengumpulan uang, siapa yang mengkoordinasikan, dari mana uang berasal, berapa jumlah yang terkumpul, dan untuk apa dana tersebut digunakan. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi dasar awak media melakukan konfirmasi.

Pimpinan Umum JambiAktual.co.id, Paramon Gapar, mengatakan wartawannya tidak pernah meminta uang dalam proses konfirmasi tersebut.
Saya, Paramon Gapar, selaku Pimpinan Umum JambiAktual.co.id, menegaskan bahwa wartawan kami saat melakukan konfirmasi terkait dugaan persoalan dana PIP di MAN 3 Kerinci tidak pernah meminta uang, uang minyak, maupun bentuk pemberian apa pun kepada narasumber.”

Menurut bang Ramon (Panggilan Akrab), media menghormati hak Kepala MAN 3 Kerinci untuk menjelaskan konteks pernyataannya, Namun ia menilai proses konfirmasi perlu tetap berada dalam koridor profesional.

Kami tidak menghakimi pihak mana pun. Kami menjalankan fungsi pers untuk memverifikasi informasi, menghadirkan keberimbangan, serta memberikan ruang hak jawab kepada pihak yang dikonfirmasi.”

Konfirmasi jurnalistik adalah proses mencari dan memverifikasi informasi, bukan ruang untuk transaksi.”

Pemberitaan ini tidak menyimpulkan bahwa Tistiarni meminta atau menerima uang dari wartawan.

Pernyataan mengenai uang disampaikan sebagai bagian dari komunikasi yang diterima awak media dalam proses konfirmasi.

Maksud dari pernyataan tersebut juga belum dapat disimpulkan tanpa penjelasan langsung dari Tistiarni.

Karena itu, JambiAktual.co.id memberikan ruang kepada Kepala MAN 3 Kerinci untuk menjelaskan konteks percakapan tersebut, termasuk maksud pernyataan “kalau uang iyo dak ado” dan “uang minyak”.

Di sisi lain, persoalan dugaan pengumpulan dana PIP tetap menjadi substansi yang perlu diverifikasi.

Ada dua persoalan berbeda yang kini berjalan bersamaan: substansi dugaan pengumpulan dana PIP dan cara komunikasi ketika wartawan meminta klarifikasi.

JambiAktual.co.id menyatakan akan tetap membuka ruang hak jawab bagi Kepala MAN 3 Kerinci, operator, siswa, orang tua siswa, dan pihak lain yang disebut dalam pemberitaan bisa melalui email resmi media atau nomor kontak wa/telp di box redaksi

Konfirmasi adalah bagian dari proses mencari kebenaran informasi. Karena itu, ruang bertanya dan ruang menjawab semestinya tetap terbuka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *