LSM PEDAS Ingatkan Bahaya Provokasi, Sesama Lembaga Jangan Saling Menjatuhkan

SUNGAI PENUH, KERINCI – jambiaktual.co.id Perbedaan pandangan dan kepentingan jangan sampai menjadi celah yang merusak hubungan antarlembaga. Pesan inilah yang disampaikan Ketua Umum LSM PEDAS, Efyarman, kepada seluruh elemen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan insan pers di wilayah Kerinci maupun Provinsi Jambi. 04/11/2026.

Ia mengingatkan bahwa LSM dan media memiliki peran strategis dalam mengawal kepentingan publik. Karena itu, persaingan, perbedaan pendapat, bahkan kritik sekalipun tidak seharusnya berubah menjadi permusuhan yang justru melemahkan fungsi kontrol sosial.

Menurut Efyarman, sesama lembaga harus lebih cermat menyikapi berbagai informasi dan dinamika yang berkembang. Jangan sampai isu yang belum terverifikasi, provokasi, maupun kepentingan pihak tertentu membuat sesama LSM dan media saling mencurigai hingga kehilangan solidaritas.

“Jangan sampai kita sibuk saling menyerang, sementara persoalan masyarakat yang seharusnya kita kawal justru terabaikan. Kita boleh berbeda pandangan, boleh mengkritik dan mengoreksi, tetapi jangan kehilangan tujuan utama, yakni memperjuangkan kebenaran dan kepentingan masyarakat,” tegas Efyarman.

Ia juga mengajak seluruh elemen LSM dan media untuk membangun komunikasi yang sehat, mengedepankan musyawarah, serta mengutamakan verifikasi sebelum menyikapi suatu persoalan.

Efyarman menilai, kekuatan lembaga kontrol sosial bukan terletak pada seberapa keras mereka saling menjatuhkan, melainkan pada keberanian menjaga independensi, menyampaikan fakta, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat secara bertanggung jawab.

“Persatuan bukan berarti harus selalu sepakat. Kritik tetap diperlukan, tetapi jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan. Jangan pula mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin melihat sesama lembaga terpecah,” tambahnya.

Melalui seruan tersebut, LSM PEDAS berharap hubungan antarlembaga dan insan pers di Kerinci-Jambi tetap terjaga dengan baik. Sebab, ketika LSM dan media terjebak dalam konflik internal, masyarakat justru berpotensi kehilangan kekuatan pengawasan yang seharusnya menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *